I made this widget at MyFlashFetish.com.

Tugas Jaringan Komputer

By Yusuke Blog's
PERHITUNGAN SUBNETTING PADA KELAS C

Subnet mask Class C

255.255.255.0

Pada class C dijelaskan bahwa :

Class C - 255.255.255.0 - 11111111.11111111.11111111.00000000 / N N N H

Network berada pada 3 basis dari depan, dan basis terakhir merupakan hostnya.

Subnet mask Class C dijadikan binary :

11111111.11111111.11111111.0

Untuk menentukan subnet Id dari host Id diperlukan peminjaman digit dari host Id.

Dalam subnetting ada sebuah rumus, yang menentukan jumlah subnet work, rumusnya yaitu power of two :

2^n – 2 = jumlah subnet work

Pada kasus kali ini, kita membuat 5 subnet work dari kelas C, maka perhitungannya adalah sebagai berikut :

2^n – 2 = 5
2^n = 7
2^2 < 2^n <2^3

jadi , dalam hal ini terdapat 3 bit yang terbentuk dari 5 Network.
setelah itu kita mulai perhitungan untuk menentukan subnettingnya :

dalam hal ini H (host) mengandung 3 bit dengan jumlah = 224
jika sudah diketahui jumlah biner terakhir pada host , maka kita dapat
langsung menghitung nilai dari Subnetnya.

Dalam perhitungan diatas diambil n = 3, karena 7 lebih dekat dengan 2^3, nilai 3 menunjukan jumlah digit yang dipinjam dari host Id.

NILAI SUBNET

sebelum kita mulai menghitung nilai subnet dari 5 network yang sudah diketahui nilai biner hostnya , adapun 4 ketentuan – ketentuan yang berlaku diantaranya :
untuk menghitung Jumlah Subnet rumusnya adalah :

1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet
mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A).karena
dalam hal ini pada class C host terakhir berjumlah 3 bit maka Jumlah Subnetnya
adalah 23 = 8 subnet.

2.Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu
banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah
25– 2 = 30 host


Penjabaran host Id yang didapat berjumlah 3 digit :



Keterangan :
- Subnet 1 : 0
dengan IP : 192.168.1.0 (00000000.00000000.00000000.00000000)
- Subnet 2 : 32
dengan IP : 192.168.1.32 (0000000.00000000.00000000.00100000)
- Subnet 3 : 64
dengan IP : 192.168.1.64 (0000000.00000000.00000000.01000000)
- Subnet 4 : 96
dengan IP : 192.168.1.96 (0000000.00000000.00000000.01100000)
- Subnet 5 : 128
dengan IP : 192.168.1.128 (000000.00000000.00000000.10000000)
- Subnet 6 : 160
dengan IP : 192.168.1.160 (000000.00000000.00000000.10100000)
- Subnet 7 : 192
dengan IP : 192.168.1.192 (000000.00000000.00000000.11000000)
- Subnet 8 : 224
dengan IP : 192.168.1.224 (00000000.00000000.00000000.11100000)

2^7 2^6 2^5 2^4 2^3 2^2 2^1 2^0
128 64 32 16 8 4 2 1

Menentukan subnet Id terakhir, broadcast (Batas akhir dari suatu subnet Id)
Untuk melihat broadcast id kita lihat angka decimal subnet berikutnya dikurang satu.

0 sampai 31 = Subnet Awal
32 sampai 63
64 sampai 95
96 sampai 127
128 sampai 159
160 sampai 191
192 sampai 223
224 sampai 255 = Subnet Akhir

Id awal merupakan subnet Id, sedangkan Id terakhir merupakan broadcast Id.

Aturan dalam Subnetting :

Baris awal dan akhir subnet work adalah subnet Id yang tidak digunakan oleh host manapun.

Untuk menentukan valid host, diambil host Id yang ada diantara subnet Id dan broadcast Id dan subnet awal dan akhir dihilangkan.

Vaild hostnya adalah :

33 sampai 62
65 sampai 94
97 sampai 126
129 sampai 158
161 sampai 190
193 sampai 222

Jadi, valid host diatas merupakan IP address yang digunakan dalam setiap sub network.

Berikut adalah gambar dari hasil perhitungan Subnetting mask pada Class C :

 

0 comments so far.

Something to say?


I made this widget at MyFlashFetish.com.